Sabtu, 24 Oktober 2026 Berita Terkini & Terpercaya
18totolucky.xyz18totolucky.xyz
18totolucky.xyz - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Backpacker Sering Tanya Ini Soal Traveling di Indo...

Backpacker Sering Tanya Ini Soal Traveling di Indonesia

Jawaban jujur untuk pertanyaan yang paling sering ditanyakan backpacker soal traveling murah di Indonesia.

Backpacker Sering Tanya Ini Soal Traveling di Indonesia

Gue udah cukup sering keliling Indonesia dengan modal pas-pasan. Dan tiap kali ketemu backpacker baru — entah di hostel Yogya, di dermaga Labuan Bajo, atau di warung kopi Bukittinggi — pertanyaannya hampir selalu sama. Jadi daripada gue jawab satu-satu, mending gue tulis di sini. Ini dia jawaban jujur dari pertanyaan yang paling sering banget ditanyain.

"Bang, Indonesia tuh beneran bisa keliling pakai budget 100 ribu sehari?"

Jawaban singkatnya: bisa, tapi ada syaratnya. Gue pernah seminggu di Jawa Timur cuma habis sekitar 90 ribu per hari. Tapi itu artinya gue tidur di masjid atau rumah warga, makan nasi bungkus pinggir jalan, dan jalan kaki atau nebeng truk. Kalau kamu ekspektasinya hostel AC plus kopi kekinian tiap pagi, ya angka itu nggak realistis.

Baca Juga: design4works.com

Yang perlu kamu tahu, biaya traveling di Indonesia itu sangat tergantung pulau. Di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi, 150-200 ribu sehari masih sangat mungkin. Di Bali? Lupakan. Di Labuan Bajo atau Raja Ampat? Budget kamu bisa dua sampai tiga kali lipat. Jadi pertanyaan yang lebih tepat bukan "bisa nggak 100 ribu sehari", tapi "di mana dan dengan gaya kayak apa".

Baca juga: Jalan-Jalan Sama Balita? Ini yang Jarang Dibilang Orang Tua

Yang mahal itu bukan tiket pesawatnya. Yang mahal itu ekspektasi kita yang nggak mau turun.

"Solo traveling aman nggak sih, apalagi buat cewek?"

Ini pertanyaan yang paling sering gue dengar, dan gue ngerti banget kenapa. Gue sendiri cowok, jadi gue nggak akan pura-pura tahu persis pengalaman cewek solo traveling. Tapi gue sering jalan bareng teman-teman cewek yang solo traveling, dan dari cerita mereka, ada beberapa pola yang muncul terus.

Untuk topik 18TOTO - Cara Verifikasi Akun Pragmatic Play Terbaru Agar Transaksi Lancar Tanpa Kendala, baca ulasan lengkapnya di sini.

Yuk, luangkan waktu sebentar buat menjelajahi pilihannya!

Yang pertama: kota besar kayak Jakarta, Surabaya, atau Medan justru butuh kewaspadaan lebih tinggi dibanding desa-desa di Flores atau Toraja. Kedua: transportasi malam itu riskan, apapun gender kamu. Ketiga: jaringan lokal itu penyelamat. Kenalan sama pemilik hostel, driver, atau warung langganan kamu — mereka biasanya jadi "satpam" nggak resmi yang bantu banget.

Untuk topik 18TOTO - Cara Verifikasi Akun Pragmatic Play Terbaru Agar Transaksi Lancar Tanpa Kendala, baca ulasan lengkapnya di sini.

Tips praktis dari mereka yang udah jalan duluan

  • Kabari seseorang soal itinerary kamu, minimal satu orang yang kamu percaya
  • Simpan nomor hostel dan driver di catatan offline, bukan cuma di chat
  • Percaya insting. Kalau tempat atau orangnya bikin nggak nyaman, pergi aja. Nggak perlu sopan-sopan
  • Pilih dorm yang ada resepsionis 24 jam kalau baru pertama kali solo traveling

"Mending ke mana dulu kalau baru pertama kali backpacking di Indonesia?"

Kalau kamu baru pertama kali, gue saranin Jawa. Bukan karena paling keren, tapi karena paling forgiving. Transportasinya rapi, bahasanya relatif mudah, makanan murah di mana-mana, dan kalau ada apa-apa, kamu nggak benar-benar terjebak.

Rute klasik yang nggak pernah gagal: Jakarta - Bandung - Yogya - Malang - Bromo - Bali. Ini bisa kamu tempuh dalam 2-3 minggu dengan budget sekitar 3-4 juta. Setelah itu, baru ekspansi ke Sumatera (Bukittinggi dan Danau Maninjau itu underrated banget), Sulawesi (Tana Toraja bikin merinding), atau Nusa Tenggara kalau kamu udah siap dengan medan yang lebih menantang.

Yang sering gue bilang ke backpacker baru: jangan langsung ke Raja Ampat atau Papua. Bukan karena nggak worth it — justru sebaliknya. Tapi karena begitu kamu ke sana duluan, semua tempat lain jadi terasa biasa. Simpan yang paling spektakuler untuk belakangan.

"Kenapa sih orang Indonesia sendiri jarang traveling di negaranya?"

Ini pertanyaan yang bikin gue agak sedih sebenarnya. Jawabannya ada beberapa lapis. Pertama, informasi soal destinasi lokal sering kalah gaung dibanding destinasi luar. Kedua, infrastruktur antar pulau memang masih bikin frustrasi — tiket pesawat domestik kadang lebih mahal dari ke Singapura.

Ketiga, dan ini yang paling jujur: banyak dari kita tumbuh dengan asumsi bahwa "liburan bagus itu harus ke luar negeri". Padahal coba deh lihat. Kamu bisa snorkeling di Bunaken, trekking di Rinjani, lihat komodo di Pulau Rinca, dan menyelam di Raja Ampat — semua tanpa paspor.

Informasi selengkapnya bisa dibaca di toko syifa.

Gue bukan mau sok nasionalis atau apa. Gue cuma merasa sayang aja. Indonesia itu 17.000 pulau, dan kebanyakan dari kita baru mengunjungi mungkin 5-6 di antaranya seumur hidup. Itu pun kalau rajin.

Satu hal yang gue sesali

Gue mulai serius traveling di Indonesia agak telat. Dulu gue lebih semangat ngumpulin uang buat ke Bangkok atau Kuala Lumpur. Sekarang, setelah lihat langsung Danau Toba saat matahari terbit, atau dengar gamelan di pelataran Prambanan saat senja, gue cuma bisa bilang: kenapa nggak dari dulu?

Jadi kalau kamu masih mikir-mikir mau mulai dari mana, jawabannya sederhana: mulai dari yang paling dekat rumahmu. Naik bus, naik kereta ekonomi, tidur di hostel seadanya. Nggak usah nunggu tabungan penuh atau cuti panjang. Perjalanan pertama itu biasanya yang paling berkesan, justru karena kamu belum tahu apa-apa.

Dan kalau di tengah jalan kamu ketemu backpacker lain yang nanya hal-hal yang sama kayak di artikel ini, ya jawab aja pakai pengalamanmu sendiri. Karena pada akhirnya, jawaban terbaik untuk pertanyaan soal traveling itu bukan dari blog — tapi dari orang yang udah benar-benar jalan.

Tags: backpacker traveling murah tips liburan wisata indonesia solo traveling